Malu tapi mau

1328 Kata

Senna merasa kepalanya sangat pusing, bahkan sulit baginya untuk membuka matanya, apalagi tubuhnya terasa sangat sakit hingga bergerak pun ia merasa tidak nyaman. Ia berusaha keras membuka matanya perlahan karena suara lembut menyapa telinganya dan matanya terbuka, lalu ia melihat sosok perempuan parubaya tersenyum padanya. "Aduh menantu Mami yang cantik ini sudah bangun," ucap Widiya dan ia telihat sangat bahagia melihat becak merah ditubuh Senna yang ditinggalkan putra sulungnya, lalu ia mengalihkan pandangannya pada sosok laki-laki tampan yang sedang duduk disofa yang saat ini menatapnya dengan dingin. "Mi, Mami lebih baik keluar dan menunggu di meja makan!" Ucap Guntur kesal dan ia melihat kearah Senna yang saat ini telah terbangun dari tidur nyenyaknya. Tadi setelah mandi ia ingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN