sampailah dimas di kafetaria tempat mereka janji an. dimas mencari ke segala arah dan melihat dino ada dipojok kafe. dimas bergegas menjumpai dino
dimas duduk di sebelah dino. pelayan datang memberi menu "pesan kopi pahit kalau bisa sepahit pahitnya ya mbak" ujar dimas, pelayan bingung "maklum mbak, ini manusia stres" dino menunjuk dimas sehingga dino mendapat tamparan pelan dari dimas
lalu pelayan meninggalkan mereka
"kemarin orang tua gue ketemu orang tua laras" dimas membuka pembicaraan mereka
"jadi resmi ni tunangan" dino tersenyum
"pala loe" menjitak kepala dino
"lah terus" dino bingung
"mereka ketemu tak sengaja di mal. ya gue kenalkan dong orang tua gue ke mereka" sambung dimas
"terus" dino penasaran
"nyokap gue tetap tak setuju sama laras"
"what???? sepertinya memang ada rahasia dibalik ini semua dim" ujar dino yang diangguki oleh dimas
diam sejenak karena pelayan datang membawa kopi pahit pesanan dimas. dimas lalu meneguk kopinya
"terus loe mau gue kenalkan sama teman teman gue?" dino membuka peluang lain bila hubungannya dengan laras tetap tak dapat restu
"enggak ah, gue mau nya laras" ujar dimas, berpikir sejenak "din, loe bisa bantu gue?"
"apa pun buat seorang dimas pasti gue bantu" dino terkekeh sambil merangkul bahu dimas, dimas yang merasa risih langsung menghempas tangan dino "woii... gue masih normal" suara dimas tinggi
"terus loe pikir gue enggak normal? tanya deretan wanita gue bagaimana puasnya mereka dengan pelayanan gue" giliran dino mendorong dimas pelan
mereka tertawa, setelah reda tawa mereka
"bujuk laras buat ketemu gue di apartemen loe" dimas mulai membujuk dino
"kenapa harus di apartemen gue? lah loe kan punya apartemen sendiri" dino protes
"lah dia saja enggak mau terima telepon dan balas wa gue bagaimana mau ajak ke apartemen gue. sadar dong"
"dia enggak bakal mau ke sana, ada yang mau gue bicarakan sama dia" sambung dimas
'lah terus kalau di apartemen gue memang dia mau?" tanya dino
"ya iyalah kan pasti loe enggak bakal jauh jauh dari kami"
dino berpikir sambil memegang dagunya sebentar lalu
"baiklah, besok gue coba hubungi laras"
"loe memang sahabat gue paling top, akhir pekan kita ke puncak, gue traktir loe"
"begitu dong, gue harus di serpis he he he he"
.....
sepulang dari kerja dino janjian dengan laras di kampus laras, laras yang memang sedang sibuk sibuknya harus cepat menyelesaikan perkuliahannya karena papinya akan menyuruh laras berhenti bekerja kalo laras lalai dengan perkuliahannya
saat mereka duduk di depan ruangan laras
"ras, loe tak boleh putuskan dia begitu saja, kan kalian berdua sepakat menjalin hubungan, jadi harus bersama sama juga mengakhirinya" ujar dino
"aku enggak sanggup ketemu dia din" wajah lara tampak suram. mata panda yang memperlihatkan dia menangis semalaman
"mungkin dengan loe bicara langsung dengan dimas, kalian bisa cari jalan keluar"
"ah enggak mungkin dino, yang pasti aku enggak mau jadi anak durhaka" laras meremas remas ujung kaos bajunya yg tak lepas dari pandangan dino
"ya elah, gue juga enggak mau sahabat gue yang baik dan polos ini jadi anak durhaka, cuma ketemu doang" dino coba meyakinkan laras
"memangnya dia yang menyuruh dino buat bujuk laras buat ke temuan dengan dimas?" laras mencurigai dino
"enggak ras, cuman kemarin dimas tampak kacau ya gue kasihan saja. kalau loe mau ke temuan dengan dimas, gue pastikan dimas bakal mau ke temuan sama loe. biar semua jelas ras" dino mulai berhasil
"kapan dan di mana?" tanya laras
yes....batin dino
"bagaimana kalo di apartemen gue aja"
laras diam lalu mengangguk "lusa pulang kerja, gue ke tempat dino"
"begitu dong, kalian itu sahabat gue jadi gue enggak mau kalian sama sama sedih. oke"
laras mengangguk "gue tunggu ya ras" dino melambaikan tangannya meninggalkan laras
laras masuk ke ruangan karena dosennya sudah masuk kelas dan akan memulai perkuliahan
.....
drrtt....drrttt...
"ya din"
"lusa sore loe ke tempat gue, pujaan hati loe mau ketemu sama loe"
"makasih din, makasih din, jasa loe enggak akan gue lupakan"
"ah lebay loe, udahan ya. gue mau jemput kekasih gue, mau ena ena
"dasar brengs*k loe" dimas menutup pembicaraan mereka
semoga berhasil.......
////
"kenapa dimas lama sekali din, aku enggak bisa lama-lama nanti papiku nyariin aku"
"sabar sayang, katanya sudah di jalan"
ceklek.....
"hai...." "loe lama banget kayak keong saja"
"sori tadi gue mampir ke suatu tempat dan beli minuman ringan"
"ras, mau minum apa?" dimas menunjukkan kresek berisi minuman kaleng
"apa saja mas" jawab laras
setelah ngobrol bertiga, "gue cabut dulu ya, mau ke temuan sama pujaan hati he he he he"
"enggak sakit dicabut, dicukur aja kale" dimas dengan omongan enggak jelas
"aih loe, gue babat sampai gundul baru tahu rasa" dino tertawa lalu menuju pintu keluar
"loh kok kami ditinggal?" tanya laras
"gue enggak mau jadi kambing congek di sini. gue di kafe bawah, kalo dimas macam macam langsung teriak, lari keluar dan telepon gue" dino bercanda
laras melirik pada dimas yang memelototi dino tak terima dengan ucapan dino, laras tersenyum merasa geli dengan persahabatan mereka
setelah menutup pintu, dimas mendekat pada laras "kau sehat ras"
"sehat mas, kamu?" laras menunduk,
"sakit, rasanya enggak bisa bernafas tanpa melihatmu" jawaban dimas membuat laras sakit
"mas, jangan sakiti perasaan orang tua kita"
dimas memegang dagu laras, laras memandang dimas
"ras, seandainya mereka punya masa lalu yang belum terselesaikan berarti dengan pertemuan kita, mereka bisa menyelesaikannya"
"mas, laras enggak bisa berani melangkah tanpa restu orang tua" laras sangat patuh pada orang tuanya
dimas menghela nafas panjang, ;memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celananya lalu mengambil minuman kaleng ditangan laras dan memeluk laras. saat memeluk laras, dimas memasukkan serbuk ke minuman laras
lalu dimas melepaskan laras, "baiklah laras, sebaiknya kita berpisah beberapa saat dan saling merenung kalo kita saling merindu, kita bisa perbaiki semuanya" dimas menyerahkan minuman laras
"tapi laras masih mencintai mas kan?" tanya dimas. laras cuma diam
"tadi pagi papi bicara sama mami kalo laras enggak boleh lagi ketemu mas kalo laras tetap ketemu dengan mas, laras akan dipindahkan ke kota lain atau....."
"atau apa ras?"
"laras akan dijodohkan dengan anak teman mereka"
dimas terkejut, lalu dengan wajah tenang
"baiklah ini mungkin pertemuan terakhir, minumlah"
"habiskan laras jangan makin membuatku sedih karena itu aku beri yang mungkin terakhir laras minum"
minumannya habis tapi dimas terus bicara, laras sudah tak mendengar apa yang dibicarakan dimas, laras menutup matanya
dimas mengangkat tubuh laras ke tempat tidur dino, mencium laras lalu mulai menikmati dan melumatnya
laras mendesah dan menggerakkan badannya
dimas semakin terhipnotis dengan desahan laras. membuka baju kerja laras dan laras sudah setengah telanjang.
dimas mulai ragu, diam sejenak tapi teringat perkataan laras kalo dia ga akan membantah org tuanya. dimas memantapkan rencananya
mencium gunung kembar laras dan semakin turun ke perut dan sampai di bawah perut laras, dimas membuka cd mereka.
laras dan dimas tak memakai apa pun yang menutup tubuh mereka
dimas mulai penyatuaan mereka, terasa sempit dan dimas memaksa, akhirnya masuk sempurna, laras menitikkan air mata walaupun mata masih tertutup lalu terdengar "sakit...."
"laras maafkan aku, aku akan bertanggung jawab"
dimas melakukannya sampai hentakkan terakhir dengan suara mengerang karena puas
mencium bibir laras dan menutupi tubuh laras dengan selimut
CEKLEK....
dino masuk dan mencari dimas. dimas keluar dari kamar dino
"dimas, mana laras?" tanya dino karena dino masih melihat ada tas kecil di atas sofa milik laras
"dikamar loe, maaf tadi gue pakai kamar loe buat miliki laras"
"APA??? BANGSA*T LOE DIM, KOK DI KAMAR GUE" dino memukul dimas merasa tak terima
"sabar din, gue bakal bertanggungjawab" dimas tak membalas karena dia tahu kesalahannya
"janji loe kan cuma ngomongin masalah kalian, bukan niduri dia"
"gue ngikuti saran loe din"
"astaga dim, gue cuma bercanda lagian laras itu sahabat gue, enggak mungkin gue mau dia dirusak walaupun itu seorang dimas" dino mulai mengacak acak rambutnya karena kesal.
"laras bakal benci gue gara-gara loe, f**k!!"
dino pergi menghempaskan pintu apartemennya
....
dimas masih di tepi ranjang dino menunggu laras terbangun, masih menatap laras karena semakin menatapnya gairah dimas muncul lagi. ah... kau membuatku lapar laras, lalu dimas menaiki laras untuk memakan laras sampai kenyang
saat selesai dengan aksinya laras terbangun, melihat dengan perasaan pusing berat
lalu tersadar sempurna, dia melihat pada dirinya dan dimas
astaga dimas, kau ternyata pria b******k. laras menangis, dimas hendak memeluknya laras menghempas tangan dimas "kau pemerkosa!!!"
dimas terkejut dan mulai merutuki perlakukan yang barusan dilakukan