Dua Puluh Dua

727 Kata

"Makasih ya, Nir." Yudia tersenyum senang saat mereka sudah keluar dari mobil. Mereka dibantu Sopir untuk membawakana belanjaan mereka yang luar biasa banyak. Yudia merasa sedikit terhibur dengan acara gila-gilaan belanja saran Janira. Dirinya jadi tidak terlalu memikirkan omongan Kulkas empat pintu yang lumayan mengusik rasanya. "Iya sama-sama, Dia." Janira senang bisa sedikit mengalihkan perhatian Yudia dari ucapan tidak mengenakan Abangnya tadi pagi. Janira pernah berada di posisi Yudia, dimana dia pernah terabaikan sedangkan rasanya begitu dalam. "Sayang? Kamu habis darimana? Kok malam begini baru pulang?" Yudia menoleh tersenyum tipis pada Rumi yang melangkah ke arah mereka. Yudia sedikit menyingkir merasa mengganggu kedua sejoli itu. "Em, aku masuk duluan ya, Nir..." Yudia me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN