hujan tiba tiba menyerbu tapi aku terus berlari memberanikan diri di dalam kegelepan, seperti nya sang dewi hujan juga tengah menangis Hari ini. aku menangis hingga bertekuk lutut bukan karena mereka yang menatap ku masam tetapi karena seseorang yang aku cintai tidak percaya kepadaku, ya aku memang kotor tetapi aku tidak akan menjual tubuh ku demi kesenangan dunia, ya aku memang se munafik itu kurasakan rintihan hujan lebat mengguyur tubuhku yang mulai kedinginan, begitu nyeri dan menyakitkan hingga menjadi bekas merah kontrak dengan kulitku yang pucat tiba tiba rintihan hujan yang menyiksa itu tak ku dapati lagi, "Yogi", dia memayungi ku entah kenapa hanya dengan melihat wajahnya, tatapan mata nya membuatku menjadi tenang tapi seketika, Brakkk!!! tubuhku terjatuh dan pandangan

