Pagi itu terlalu tenang untuk sesuatu yang sebentar lagi akan pecah. Cahaya matahari menembus jendela besar mansion keluarga Tian, memantul di lantai marmer yang mengkilap, menciptakan pantulan yang indah — tapi dingin. Di tengah ruang tamu megah itu, Yoora duduk di kursi utama, dengan wajah tegang dan tangan menggenggam secangkir teh yang sudah lama tak disentuh. Di depannya, keluarga Hanna — ayah, ibu, dan Hanna sendiri — tampak berusaha menjaga wibawa, meski ketegangan di udara bisa dipotong dengan pisau. Hanna mengenakan dress pastel rapi, tapi matanya sembab. Lalu terdengar langkah tegas dari arah tangga. Christian Tian muncul dengan jas abu muda, rambut sedikit acak, tapi ekspresinya begitu tenang hingga terasa berbahaya. Ia menatap satu per satu orang di ruangan itu sebelum membu

