"Jadi gimana hubungan kamu sama Sava?" Tanya mamah pas kami sedang makan malam, tentu ada bokap gue juga. Akhir-akhir ini gue selalu memikirkan kata-kata Sava yang bilang kalo keluarga gue begitu manis. Harusnya gue beruntung kan? Bokap tiri gue bahkan memperlakukan gue dengan sangat baik. Jadi gak seharusnya gue gak menghormati dia. "Baik mah." "Iya. Keliatannya dia anak baik. Ayah jadi seneng dengernya." Ayah tirinya-----Zaky mengulas sebuah senyum kecil yang kelihatan begitu tulus. Gue baru sadar pasti Zaky dulunya sangat mencintai Mamahnya----Kayla. Kalo tidak mana mungkin ia mau menikahi wanita yang bahkan sudah memiliki anak laki-laki, tanpa suami pula. "Mamah lega dengernya. Wali kelas kamu juga bilang akhir-akhir ini kamu mulai penurut dan gak pernah bolos lagi." Kayla terseny

