Putra pov Kaki gue mendadak lemas tapi tetep gue paksakan untuk terus berjalan menyusuri koridor rumah sakit ke tempat Sava dirawat. Tadi Aga sempet mengirim pesan tentang nomor kamar rawatnya. Gue mematung di depan pintu berwarna putih itu lalu mengulurkan tangan dan menggesernya hingga seseorang disana menoleh ke gue. Aga. "Gimana bisa?" Gue menatap nanar sosok yang sekarang tergeletak lemah diatas brangkar dengan selang infus yang menempel di lengannya dan beberapa perban di kepalanya. Aga menghela napas." Waktu gue sampe di sekolah. Gue liat dia berdiri di depan gerbang trus nyebrang gitu. Dia gak hati-hati sampe sebuah mobik nyerempet dia." "Lukanya parah?" Gue menghampiri brangkar itu hingga Aga menggeser duduknya, memberi ruang untuk gue dan Sava. Gue mengulurkan tangan menye

