Alisya mengajak Andra makan siang di restoran yang tak terlalu jauh dari gedung apartemennya. Tak mau mendebat Alisya dan membuatnya kecewa, Andra pun menuruti saja apa keinginannya. Kebetulan sekali, ada sebuah restoran Italia yang tak jauh dari tempat tinggal Alisya. Andra merangkul bahu Alisya dengan lembut saat mereka berjalan masuk ke dalam restoran. Gestur tubuhnya seolah memberitahukan pada orang-orang kalau Alisya adalah miliknya. Dan Alisya hanya diam saja, tak menolak. Mereka memilih meja pojok yang dekat dengan jendela. Setelah duduk berhadapan, Andra pun langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan. "Sya, mau makan apa?" Andra bertanya. Alisya membuka buku menu sekilas, dan kembali menutupnya. Dia terlalu malas untuk melihat isinya. "Samakan saja dengan Kak Andra," jawa

