51

1028 Kata

Aina mendekati meja nomor 14 untuk mengantarkan makanan. Dia berusaha memasang wajah ramah, walau ada rasa kesal pada Andra yang datang dengan wanita lain ke sana. Ya, mereka gak salah sih karena mereka pasti tak tahu Alisya kerja di sana. Tapi, yang jadi masalah kenapa bisa-bisanya Andra makan siang bersama wanita itu saat Alisya belum sembuh dari sakit hatinya? "Ini makanannya. Selamat menikmati," ucap Aina. Setelah menata makanan di atas meja, Aina pun berbalik dan pergi dari sana. Dia langsung menyusul Alisya yang masih mengurung diri di kamar mandi. Entah apa yang sedang dilakukan, namun Aina yakin Alisya pasti sedang menangis. "Sya, keluarlah." Aina menggedor pintu namun tak ada respon. Kemudian Aina mendengar suara keran yang dibuka dan ditutup lagi. Tak lama kemudian, pintu kamar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN