Menanti Kepulangan Axel

1508 Kata

Bab 93 Tidur Aileen terusik kala merasakan sorot sang mentari menerobos masuk melalui celah-celah tirai jendela kamar. Gadis manis yang baru bisa tertidur saat subuh tadi pun terpaksa terbangun karenanya. Perlahan, tangan Aileen terulur untuk mengusap-usap kedua bola matanya yang sembab. Lantas, bergerak untuk duduk, kemudian diam sejenak dan mematung di atas ranjang. Kalimat-kalimat yang keluar dari bibir Axel malam tadi masih saja menari-nari di pikirannya, merasuk ke dalam relung hati dan membuatnya tak dapat tidur dengan nyenyak. Naluri dan firasatnya mengatakan ada hal yang tidak beres yang saat ini sedang terjadi. "Apa dia masih belum pulang?" gumamnya sembari mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Mata sembab Aileen mengabsen seluruh sudut ruang tidur itu. Mencari je

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN