Kemurkaan Axel

2510 Kata

Darah berdesir merangkak naik menuju wajahnya. Pembuluh darah tampak tegang di lehernya. Ekspresinya mengeras, dengan bibir yang membentuk garis tegas. Seluruh wajah Axel menyala. Sorot matanya memancarkan kemarahan yang amat luar biasa. Gerahamnya bergemelatuk menahan geram. Ia sudah seperti iblis neraka yang siap mengantarkan siapa saja untuk ikut bersamanya. Begitu mudahnya mereka membangunkan singa yang sedang tertidur dalam keadaan lapar. Sekarang lihatlah betapa murkanya singa tersebut. "Siapa yang menyuruh Papa untuk melakukan ini! Kenapa Papa seenaknya mengambil keputusan untuk mengatur hidupku. Apakah selama ini kurang jelas bagi Papa penolakanku terhadap permintaan konyol Papa itu! Aku bukan anak kecil yang bisa kalian atur seenaknya!" bentak Axel setengah menjerit. Semua y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN