Keduanya kini berdiri dengan posisi saling berhadap-hadapan. Telapak tangan Axel yang masih saja stay di kening Aileen. Ia terus menutupi wajah Aileen seakan tak ingin wajah cantik itu tersorot silaunya terik matahari. Untuk beberapa detik lamanya, mereka saling diam. Saling bertatap muka dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. Axel menurunkan tangannya kala tersentak. Ia menyugar rambutnya dengan caranya yang cool. "Kenapa kita jadi mematung seperti ini? Ayo masuk ke dalam rumah. Matahari semakin menyengat!" sentakny seraya menggerakkan kaki. "Tidak!" cegah Aileen seketika, yang mana seruannya membuat gerakan Axel terhenti. "Tidak?" Axel mengernyit dan membeo. "Aku tidak ingin masuk ke rumah. Aku ingin mencari angin di sekitar sini. Kalau kau mau ikut denganku, terserah!" ujar Ail

