Kini, ketiganya saling mengunci mulut. Untuk beberapa detik lamanya mereka hanya saling diam sambil menatap satu sama lain. Di detik berikutnya, Bu Yuni mengembangkan senyuman manis di bibirnya. Bukan bermaksud untuk menyetujui apa yang Axel kemukakan. Tetapi, sebagai seorang ibu, ia sangat menghargai penawaran Axel yang terkesan peduli terhadap keluarganya. "Maaf, Nak Axel! Bukan Ibu ndak mau pergi ke kota dan tinggal menetap di sana bersama Aileen. Tapi Nak Axel bisa lihat sendiri kan? Keluarga kami ini hanya mengandalkan hasil dari berkebun sebagai penyambung hidup. Kalo Ibu dan Siska pindah ke kota, bagaimana dengan mata pencarian kami? Ibu gak mau merepotkan Aileen, Nak! Ibu gak mau terlalu membebani anak-anak Ibu. Aileen yang selama ini membantu memberikan setengah pendapatannya unt

