“Kenapa keluar?” tanya Tom yang kebetulan ada di luar ruangan Isabell. “Aku nggak sanggup melihat matanya yang begitu waspada dan penuh kecurigaan padaku. Rasanya sakit di anggap musuh oleh istri sendiri. Dia benar-benar menganggapku sebagai orang asing,” gumamnya mengusap wajahnya gusar seraya menyandarkan punggungnya ke dinding di belakangnya. Tom hanya mampu menatap Vallen dengan penuh rasa iba. Iya tidak bisa banyak membantu. “Apa ada kabar dari Raymond?” tanya Vallen. “Belum ada. James sama sekali tidak menemukan jasadnya,” seru Tom. “Apa ada kemungkinan Raymond masih hidup?” tanya Vallen. “Entahlah. Kemungkinannya sangat kecil.” Baik Vallen maupun Tom, mereka sama-sa

