Isabell membuka matanya saat sinar matahari menerobos masuk ke celah jendela. Matanya masih tampak sayu, dan wajah tampan milik seseorang yang menjadi pemandangan pertama untuknya. Isabell tersenyum memperhatikan wajah tampan Vallen di depannya. Mereka tidur saling berhadapan dengan tangan Vallen yang memeluk pinggangnya. “Wajahnya seperti anak kecil saat tertidur, begitu polos dan menggemaskan,” gumam Isabell mencolek hidung Vallen. Dan karena gerakan tangan Isabell itu, Vallen menggeram dan seakan kesal karena tidurnya terusik. Isabell terkekeh kecil karena itu terlihat begitu lucu. Dan aktivitas itu sangat mirip dengan Valle, saat ia membangunkan putrinya itu. “Benar-benar mirip,” kekeh Isabell. Isabel

