Setelah melakukan pemeriksaan dan operasi darurat, kini Isabell di nyatakan koma. Vallen yang sudah memakai pakaian steril, memasuki ruangan Isabell dan melihat istrinya masih terlelap dengan berbagai alat medis menempel di tubuhnya. Vallen duduk di kursi yang ada di samping brankar. “Bella, terima kasih telah kembali dan memberiku sedikit harapan,” seru Vallen menggenggam tangan Isabell. “Aku akan selalu menunggumu di sini. Segeralah bangun, kita akan kembali berkumpul pulang ke rumah bersama princes kita,” seru Vallen mengecup tangan Isabell. “Kamu tau, saat melihatmu terbujur kaku tak bernafas, aku merasa jantungku telah di tarik keluar dengan paksa. Aku merasa mati, aku kehilangan arah. Rasa sakit yan

