Siang pun berganti malam, dan Barton tidak langsung kembali ke rumah. Pria itu meminta bertemu dengan Theo, ingin mendapatkan nasihat dari sahabatnya itu. Selama ini ... teman bicara yang selalu tepat bagi dirinya memang Theo. Ia akui Oris juga nyaman, hanya saja pria itu kurang cocok untuk membicarakan hal seperti yang ada dalam benaknya kali ini. Oris adalah tipe sahabat yang bukan memberi solusi, malah akan banyak ceramah, atau beberapa hal yang tidak bisa ia mengerti dengan baik. Entahlah ... mungkin karena sejak dulu, sebelum ia begitu dekat dengan Oris, hanya Theo yang biasa mendengar keluh kesahnya. Kali ini Barton mengajak Theo bertemu di salah satu mall besar Jakarta, ia duduk dengan tenang di restoran di dalam mall tersebut, lalu menatap kanan dan kiri untuk memastikan kehadi

