Elvano bangun tidak mendapati Elsa di sebelahnya, kemana gadis itu dan kapan bangunnya? Kepala Elvan terasa berat sekali, semalam dia minum lumayan banyak ditemani Elsa, dia pun melirik ponselnya yang ada di atas nakas, ada telepon masuk pagi-pagi begini dari asistennya. Hari ini Elvan tidak tahu apakah menyenangkan atau hari yang begitu buruk. Dia menghela napas dan berharap hari ini dan seterusnya terasa menyenangkan tanpa hambatan. Elvan pun mengangkat teleponnya. “Ada apa?” tanya pria ini ketus, dia memang dingin pada karyawannya, terkenal seram tapi pebisnis yang handal dan cepat sekali, Elvan bisa mencapai kesuksesannya tanpa bantuan dari sang ayah. “Kami berhasil menangkap pelakunya,” ujar si penelpon, dia bernama Seno, Seno ini tangan kanan Elvan, sedangkan tangan kiri Elvan

