Sikap Dingin Farrel

1178 Kata

Aku meminta bi Siti untuk menyiapkan bekal untuk piknik, untung saja bi Siti sudah sangat hafal dengan makanan kesukaan ayah. Sekitar pukul 9 pagi, Ayah menjemputku, Ayah terlihat sangat gagah dan tampan memakai sweater berwarna abu abu, jika orang tidak tahu kami adalah ayah dan anak, pasti orang orang mengira aku adalah sugar baby-nya Ayah. “Selamat pagi, Sayang!” sapa Ayah saat melihatku keluar dari pintu. “Pagi Ayah, Aku perhatikan, ayah makin ganteng aja, pantes aja anaknya cantik kayak gini” sombongku sambil melempar poni. Ayah terkekeh melihat tingkahku, setelah bi Siti memasukan bekal piknik kami ke dalam bagasi, Aku dan Ayah berangkat ke taman bunga Sari Indah. “Bagaimana pekerjaanmu di kantor?” tanya Ayah. “Sibuk seperti biasa” jawabku. “Bagaimana keadaan Farrel?” tanya Aya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN