Hampir satu jam Alya menunggu, akhirnya Ia sudah masuk dalam ruang kerja Juna tapi Junanya belum datang. " ada apa kamu mencariku." tanya Juna yang baru masuk. " waktuku tidak lama, aku masih banyak kerjaan." imbuhnya Bahkan Alya belum juga selesai menarik nafasnya Juna sudah berkata seperti itu. " ada hal penting yang aku mau bicarakan dengan kamu. tapi bisa aku minta tolong dulu." Alya ingin memastikan dulu. " apa." " boleh aku lihat dadamu." Juna mengangkat alisnya sebelah " sebentar saja tidak lama, aku hanya memastikan saja." pinta Alya " memastikan apa, memastikan apa aku pria yang pernah menindurimu." ucapan Juna tepat sekali membuat isi d**a Alya sesak. Dengan mengusap perutnya yang sudah mulai terlihat, ia menyabarkan diri. " ya..." " kamu gila, mana mungkin aku mau men

