Setidaknya pekerjaan Hendrik cepat selesai, beberapa kerjaan sudah Audy kerjakan dengan benar dan rapi. Usai makan siang tadi, Audy membantu pekerjaan Hendrik yang menurutnya rumit namun karena otak Audy akhirnya selesai juga. " istriku memang pintar, otak kamu masih seperti dulu sayang." puji Hendrik Audy yang sedang merenggangkan ototnya menatap Hendrik dengan tajam. Kata katanya ada yang perlu di ralat. " calon belum istri." " Ya ya..." Héndrik mengalah dari pada berdebat. " kita jemput Reino di Din dulu kak, tadi Reino milih ikut Vanilla pulang daripada ikut aku pulang " pinta Audy Hendrik mengeluarkan ponselnya, menghubungi seseorang sepertinya. " halo Din, aku titip Reino sampai besok ya. Aku mau ngedate sama Bundanya." Entah apa jawaban dari sebrang sana Hendrik berterima ka

