21. Pewaris

1109 Kata

Amanda membuka mata. Sejenak mengedarkan pandangan sambil mengumpulkan kesadaran. Gegas bangkit, duduk. "Aku di mobil?" Gumamnya sambil sekali lagi mencoba mengenali sekitar. Benar, ia berada di dalam mobil yang terparkir di pekarangan sebuah rumah besar. Jendela mobil terbuka. Mungkin agar ia tak kehabisan napas. "Apa jangan-jangan Pak Aldin marah karena nasi gorengnya aku makan. Terus dia buang aku di sini." Mengambil blazer yang kini ada di pangkuannya. "Ini punya Pak Aldin yang dipakai tadi waktu pergi." Amanda mengambil ponsel dari dalam tas, berniat menghubungi suami dan minta penjelasan kenapa ia ditinggalkan. Tetapi ternyata ada pesan masuk dengan waktu tertera hampir satu jam yang lalu. 'Kalau sudah bangun, masuk!' Begitu isi pesan yang ada di ruang percakapannya dengan suami.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN