14. Kamila

1007 Kata

"Pagi, Sayang," sapa Sofia, "mama baru aja mau ketuk pintu. Kamu udah keluar duluan." Amanda tersenyum. "Pagi, Ma." "Ayo sarapan. Mama udah siapin," ajak Sofia. Amanda tersenyum meringis. Jangan-jangan malu pagi ini toge lagi. Bukan tidak menyukai makanan tersebut, tetapi jika mengkonsumsi terlalu banyak ia merasa mual. "Suami kamu mana?" "Masih mandi, Ma." Sophia mengerutkan kening. "Kenapa mandi jam segini?" Kedua alis Amanda pun saling tertaut. "Memangnya harus jam berapa?" Bertanya balik. "Ya harusnya sebelum subuh." Sempat mendengar teriakan Aluna tadi malam hingga berpikir anak dan menantunya itu sedang berusaha untuk memberinya cucu. "Hah?" "Ah, sudahlah. Ayo!" Menggandeng bahu menantu dan terkejut ketika melihatnya berjalan. "Kaki kamu kenapa?" "Oh, ini, Ma. Tadi malam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN