Sejak awal aku sudah menyadari bahwa Erwin sejatinya hanyalah seorang pemuda biasa. Dia memang dingin, dan kurasa lebih bisa disebut irit bicara. Hanya saja memang kerap menyulut amarah sesiapa yang mengajaknya bicara karena kepribadiannya yang memang tidak bisa ditebak, apalagi dalam masa masa ketika kami berhubungan satu sama lain dalam bisnis. Meski demikian, ada banyak kalangan yang mengaguminya. Sahabatku, dan orang-orang yang tidak terhitung jumlahnya tersebut termasuk dalam jajaran para fans yang siap memberikan apapun. Terutama di kalangan para perempuan. salah satu contohnya adalah sang sekretaris gatalnya yang sekarang sudah lagi tidak ada diperusahaan lantaran Erwin yang turun tahta dan tidak berada lagi disana. Sudah kuduga dia juga adalah salah satu dari para b***h*s yang meng

