Bab 19. Tidak Ada Pilihan

1050 Kata

"Ayah, kapan datang kok enggak ngabarin saya?" Fabbyan tersenyum lalu mencium punggung tangan Sandi, Ayah Rania. "Belum lama, untungnya Ayah punya kunci cadangan, jadi, bisa langsung masuk ke sini tadi. Keluarganya yang momong Rayyan pun enggak tau kalau Ayah di sini," jawab Sandi. "Ayah tadi naik apa? Sama siapa?" tanya Fabbyan, lalu keduanya duduk di ruang tamu. "Tadi diantar Randy, tapi sekarang dia lagi ke rumah temannya. Kamu sering pergi bareng Lolly? Kalian pacaran?" tebak Sandi. "Eh... itu... anu... Yah." Fabbyan tergagap, dia ingin menjelaskan pada Sandi yang sebenarnya tapi merasa tak enak hati. "Udah, ngaku aja kamu sama Ayah. Pasti iya kan?" Sandi mengangkat alisnya dan terkekeh karena melihat mantan menantunya yang salah tingkah dengan wajah yang memerah. "Iya, Yah... ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN