Bab 17. Harus Saling Terbuka

1044 Kata

Setelah Rayyan tertidur, Fabbyan memutuskan untuk duduk di teras sambil menunggu kepulangan Lollyta. Pria itu merasa tidak tenang dan juga merasa menyesal telah memberikan izin pada Lollyta untuk pergi bersama Arvino. Cemburu dan overthinking itulah yang saat ini Fabbyan rasakan. "Duh, Lolly, kenapa dia enggak pulang-pulang?" Fabbyan berulang kali mengecek layar ponselnya untuk melihat jam. Wajahnya langsung semringah saat melihat mobil Arvino akhirnya terparkir di depan rumah Lollyta. Fabbyan langsung berjalan keluar rumah, hendak memeluk pacar kecilnya yang dia cintai itu. Namun, sial sekali, dia malah mendapatkan kejutan dari Lollyta dan Arvino, pria itu melihat pemandangan yang membuat darahnya langsung mendidih. "Apa yang kalian lakukan?" tanyanya dengan tubuh bergetar. Bagaiman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN