Karena Murka..
Plak..
Alex menampar Ayu Dengan mata merah penuh amarah dan seketika Ayu pingsan di lantai kamar..
Tanpa Iba Alex meninggalkan Ayu dan menyuruh Nina menemui Ayu.
Nina berlari ke kamar Alex dan melihat Ayu tergeletak di lantai.
"Ya..Tuhan Ayu..Kamu kenapa lagi.." Nina mengangkat Kepala Ayu dan menidurkannya di pangkuan.
"Tuan Brian..Tuan Brian cepat kemari.." Teriak Nina memanggil Brian.
Brian berlari menghampiri Nina dan Ayu yang masih tak sadarkan diri.
Mereka mengangkat Ayu dan menidurkannya di Ranjang.
"Apa kita panggil Dokter Nina?" Tanya Brian kepada Nina
Nina menggeleng dan berkata;
" Saya tidak berani Brian, Biarkan dia istrahat"
Brian mengangguk mengerti.
Meraka berdua meninggalkan Ayu sendiri di kamar.
-------
Di tempat lain.
Alex marah dan mendatangi Apartemen tempat dimana Dia enggan pulang ke Rumah.
Dia meninggalkan Ayu dengan keadaan pingsan dan dia merasa ada yang mengganjal di hatinya.
Baru kali ini Alex merasa Iba kepada wanita, Biasanya Alex meniduri wanita wanita yang dia temui lalu mencampakannya.
Entah kenapa kepada Ayu sedikit berbeda, Alex merasa Ayu miliknya dan tidak boleh ada yang menyentuhnya.
Drett..Drett..
Handphone Alex bergetar dan ternyata dari Ayah nya..
"Hallo Daddy Apa kabar..?"
"Baik Alex..Aku merindukan Anak laki-lakiku satu satunya.." Kata Ayah Alex tertawa.
"Aku mengundangmu untuk pergi ke Singapura Alex, Besok kau harus datang" perintah Ayah Alex.
"Tapi ada apa Ayah.." Tanya Alex.
"Sudahlah jangan banyak bertanya, Aku tunggu di Marina bay sands oke"
Tut..Tut..Ayah Alex menutup telponnya.
Alex menelpon pengawalnya dan menyuruh mempersiapkan Pesawat Pribadinya untuk ke Singapura.
--------
Ke esokan Harinya..
Ayu terbangun dan terasa pusing.
Baru saja akan bangun tiba tiba perutnya terasa mual.
Dia berlari ke westafel dan memuntahkan isi perutnya.
"Ada apa dengan diriku" Gumam Ayu dalam hati sambil berkaca melihat wajah pucatnya.
Ayu keluar dari toilet.
Nina mengetuk pintu dan Ayu memberinya ijin masuk.
"Bi boleh aku meminta obat masuk angin dan Maag, Aku mual dan pusing" ucap Ayu kepada Nina yang membawa Teh manis dan Roti bakar.
"Kamu sakit Ayu?, kamu terlihat pucat." Tanya Nina.
Ayu mengangguk dan meminum Teh hangat.
"Apa yang terjadi Ayu, Semalam kau pingsan di lantai, Apa Tuan Alex menyakitimu" Tanya Nina.
Ayu mengangguk dan memperlihatkan wajahnya yang masih memerah.
Nina keluar kamar dan mengambil obat untuk Ayu.
Dia masuk ke kamar dan bertanya:
"Apa kau KB atau Tuan memakai pengaman saat kalian melakukan hubungan suami Istri?"
Deg..
Pertanyaan Bi Nina seakan menikam jantungnya, Selama ini Ayu begitu bodoh tidak ber KB dan Alex tidak mengenakan pengaman saat bercinta.
"Apa aku hamil Bi?" Tanya Ayu gemetar.
"Harusnya Aku Menstruasi tanggal 2 tapi sekarang suda tanggal 12 sudah telat 10 hari" Jelas Ayu.
Terlihat Bi Nina cemas.
"Bibi akan beli Test Kehamilan dulu" Nina pergi keluar kamar meninggalkan Ayu cemas.
Harusnya seorang wanita yang sudah menikah merasa bahagia saat dia hamil, tapi tidak dengan Ayu.
Ayu Takut dan Cemas Alex mencampakan Anaknya dan apa kata orang dikampung saat tahu Ayu Hamil dan dicampakan suaminya.
sekitar 15 menit Nina datang membawa Tiga test kehamilan.
Ayu masuk ke Toilet dan menampung urinnya. Dan hasilnya..
-Dua Garis Merah-
Tubuh Ayu melemas, terduduk di Toiletnya.
Menangis sejadi-jadinya..
-------
Singapura..
Alex Tiba di BallroomHotel..Ternyata ada pesta yang sangat meriah dihadiri orang-orang penting.
"Oh Anakku sudah datang" Teriak Ayah Alex, Abraham.
Alex tersenyum tipis dan memeluk Ayahnya dan bertanya;
"Dimana Mommy Dad..?"
"Dia bersama nyonya David" Jawab Ayah Alex.
Tak lama Luciana yaitu Ibunya Alex datang dan langsung memeluk Alex.
"Ya Tuhan Anakku sudah besar dan sebentar lagi menikah" ucap Ibunya Alex.
Alex seketika melepas pelukan Ibunya, Dan bertanya;
"Menikah???"
"Ya..Anakku akan menikah dengan Bella Anderson anak dari David Anderson" Jawab Ibu Alex terlihat bahagia.
Alex menengok ke Ayah nya dan bertanya;
" Dad..Apa ini?"
"Haha..Haha..Tenanglah Alex sekarang hanya bertunangan" jawab Ayah Alex sambil tertawa.
Alex masih bingung, Tak lama Bella datang mengenakan Gaun Merah Dengan belahan d**a rendah dan Punggung terbuka. Semua bertepuk tangan.
"Ayo Alex temui tunanganmu dan pakaikan Cincin ini" Perintah Ibunya Alex sambil.memberi kotak merah berisi Cincin.
Alex bingung, Disatu sisi dia sudah beristri, Disisi lain bila menolak maka orang tuanya akan malu.
Abraham ada pengusaha sukses dibidag transportasi dan Kontruksi.
Alex tahu betul pertunangan ini hanya bisnis untuk memperlancar Bisnis Ayahnya.
Dengan Ragu Alex mengambil Cincin itu dan memakaikan nya ke jari manis Bella, Gadis 25 tahun bermata coklat dan berkulit putih. Bella sangat cantik tapi entah kenapa Alex tidak tertarik.
Setelah pesta Usai Alex menemui Kedua orang tuanya, dan keluar dari pesta.
"Ada apa Alex ?" Tanya Ibunya.
"Kenapa kalian berdua tidak bertanya kepadaku soal pertunangan ini?" Tanya Alex kesal.
"Kau masih lajang jadi apa salahnya kalau kita menjodohkan dengan Bella" Jawab Ayah Alex santai
"Maaf Daddy..Aku sudah menikah" Jawab Alex.
"Apa?????" Orang tua Alex terkejut.
"Kau gila Alex, Kapan kau menikah dan siapa dia?" Tanya Ayah Alex.
"Dia pelayanku Dad..Aku menyukai nya dan sudah satu bulan kami menikah"Jawab Alex lemah.
"Jangan Becanda Alex Mommy Tidak suka leluconmu" Tegas Ibunya.
"Tidak Mom..Aku serius.."Jawab Alex sambil memegang tangan ibunya.
"Anggap saja kau belum menikah Alex, Anggap Wanita itu pelayanmu, Aku tidak ingin kita malu" Perintah Ibu Alex meninggalkan Alex.
Alex berdiam melihat kedua orang tuanya pergi meninggalkan dia dengan kebingungan.
"Alex"..
Seseorang memanggilnya, Dan ternyata Bella.
Bella Teman masa kecilnya Alex, mereka lama tidak pernah bertemu karena Bella menetap di Kanada.
"Bella.." Alex memanggilnya
Cup...
Bella mengecup pipi Alex dan Alex hanya terpaku.
"Aku bahagia bisa menjadi Tunanganmu Alex" Ucap Bella sumringah dengan senyumnya.
Alex bingung dan ingin mengatakan sebenarnya kepada Bella.
Tapi dia tidak mau kedua Orangtuanya kecewa.
"Bella bolehkah pernikahan kita jangan terlalu cepat, Aku belum mempersiapkannya dengan baik"Tanya Alex berbohong.
Alex sebenarnya hanya mengulur waktu.
"Baiklah Alex" Jawab Bella tersenyum.
"Apa kau mau tidur denganku?? Tanya Bella menggoda.
Alex menjawab;
"Malam ini aku pulang Bella, Pekerjaan menungguku"
Bella langsung cemberut dan mengangguk.
Alex meninggalkan Hotel dan Menuju Pesawat Pribadi kembali ke Indonesia.
------
Indonesia..
Pagi pagi sekali Alex sudah tiba di Kediamannya.
Alex masuk ke dalam rumah menuju kamarnya.
"Hoek..Hoek.."
Terdengar Ayu di toilet sedang muntah, Alex menemuinya dan saat melihat Ayu dia masih mengingat Asep dan kembalj marah.
"Aku jijik kau melakukan hal itu di pagi hari Ayu" Tegur Alex kepada Ayu.
"Pergilah ke kamarmu aku mau istirahat" perintah Alex tanpa peduli kepada Ayu.
Ayu berjalan tanpa berkata apapun.
Dia pergi kekamarnya yang dulu.
Nina datang ke kamar Alex.
"Suruh Ayu minum obat jika dia sakit, Aku benci suara dia memuntahkan makanan" Perintah Alex kepada Nina
"Maaf Tuan memang seperti itu Jika Wanita sedang Hamil di Trisemester pertama" Jawab Alex.
"Apa Hamil" Teriak Alex kaget.
Dia berlari Menuju kamar Ayu, Baru saja Ayu memejamkan matanya.
Tiba tiba Ayu kaget pintu kamarnya terbuka dan Alex membangunkannya secara paksa dengan menarik bahu nya.
"Ayu apa benar kamu Hamil?" Tanya Alex..
Deg Ayu kaget dan menundukan wajahnya.
"Benar tuan.." Jawab Alex.
Alex melepas bahu Ayu kasar dan memainkan Wajahnya kasar.
Alex bingung antara Bahagia, marah, dan juga bingung.
Satu sisi dia akan mempunyai anak dan satu sisi Dia bertunangan dengan Bella.
"Apa tuan tidak menginginkan Bayi ini?" tanya Ayu menunduk.
"Apa kamu bilang? " Alex balik bertanya.
"Dia Milikku, Nona Ayu" Tegas Alex.
Ada perasaan Tenang saat Alex menerima bayi ini. Tadinya Ayu mengira Alex menolaknya.
"Kembalilah ke kamarku" perintah Alex.
"Jagalah bayi itu, Jika sampai terjadi apa apa dengan bayiku, Aku tak akan memaafkanmu Ayu" Tegas Alex.
Ayu kembali ke kamar Alex di ikuti Alex.
Baru saja Ayu masuk ke kamar, Alex memeluk Ayu dari belakang dan berbisik ;
" Jaga Bayi kita dan apapun yang terjadi kau tetap istriku"
"Baik tuan" Jawab Ayu.
Entah kenapa Alex semakin enggan menikah dengan Bella, Dia memikirkan cara agar membatalkan pernikahan ini.
Alex khawatir Keluarga Bella tahu dia sudah menikah dan mencelakai Ayu.
Alex masih memeluk Ayu dan membisikan sesuatu.
"Apakah kau ingin pulang menemui keluargamu Ayu" Tanya Alex.
Ayu berbalik badan dan tersenyum.
" Iya" Jawab Ayu tersenyum bahagia tanpa tahu maksud Alex .
Bersambung...