Sudah selama tiga minggu aku menemani Pak Arvian memimpin divisi pakaian. Selama tiga minggu itu pula, aku dibuat pusing dengan tingkah laku karyawan di divisi ini. Tidak salah kalau divisi ini dianggap sebagai anak tiri Devano Group. Divisi ini mempunyai kantor yang terpisah dari pusat. Karyawan yang direkrut pun hanya lima orang. Ketua divisi ini namanya Mbak Nana, dia lulusan fashion design yang tidak pandai menggambar. Aneh? Iya, bahkan aku hampir keselek biji nanas saat mendengar pengakuan Mbak Nana. Eh, nanas ada biji enggak ya? Walaupun seperti itu, menurutku Mbak Nana sangat terampil dalam mempertahankan kualitas pakaian dan tahu banyak jenis bahan yang nyaman. Sedangkan yang kedua ada Mas Hendra, dia yang mengurus masalah keuangan di divisi ini. Setelah aku amati background pen

