06

532 Kata
Happy Reading..   ********   "Tentang kau ya ingin kembali ke negara mu." Ucap Roy memulai percakapan yang sempat terhenti tadi. Inez langsung berhenti berjalan ketika Roy memulai percakapan mereka. ia tahu pria itu akan membahas apa yang dia utarakan tadi. Bahkan Inez melihat kilatan marah,kesal bercampur jadi satu di mata pria tersebut. tetapi apa pedulinya yang dia inginkan sekarang adalah, pergi dari kehidupan lelaki yang sudah mengambil kesuciannya beberapa jam lalu.  "Aku tidak butuh pendapatmu"kata Inez yang ingin berlalu dari hadapan Roy, tetapi tangannya langsung dicekal oleh pria jangkung itu.  "Aku tidak ingin menerima bantahan dari mu baby girl." Desis Roy ingin rasanya Roy membawa wanitannya ini kembali ke ranjang mereka, tetapi ia harus kembali kekantor karena ada meeting mendadak. Terkutuklah asistennya yang tidak bisa menghandel pekerjaan nya itu. Mendengar hal itu Inez langsung menyentak tangannya, tetapi tidak bisa malahan tangan mungil itu sakit dan ada tanda biru di pergelangannya gara gara Roy mencengramnya terlalu kuat. "LEPASKAN AKU.."ucapan lantang itu keluar dari mulut Manis Inez dan membuat Roy murka. Roy langsung menyentak tangan Inez agar lebih dekat dengannya.  "Aku tidak akan pernah melepaskan mu sayang.....dan kau harus tetap disini dan jangan kabur kemana-mana karena aku tidak akan pernah mengijinkan mu melangkah dari apartemen ini." "Kau pikir kau siapa di sini hah! Aku pemilik apartemen ini bukan kamu jadi aku sarankan jangan coba coba memerintahku". "Hahahaha....."tiba-tiba Roy tertawa dan melanjutkan ucapannya. "sayang kau tidak tau ya kalau apartemen ini sudah aku beli dan yah kau pasti tau siapa pemiliknya sekarang" Roy puas melihat wajah tegang wanita yang ada di hadapannya ini. "A....apa?!"Kata Inez tidak percaya sekarang cobaan apa lagi yang Tuhan berikan kepadannya. "Ah ya satu lagi, kau sudah dipecat dari restoran ku."Kata-kata Roy yang seperti membuat Inez tersambar petir itu langsung membuatnya murka. "APA APAAN KAU INI HAH!! ..... KAU TIDAK PUAS DENGAN APA YANG KAU AMBIL DARIKU, PERTAMA KAU MENGAMBIL KESUCIANKU DAN KEDUA KAU MEMBELI APARTEMEN INI DAN kau masih belum puas lagi dan bahkan kau memecatku seenaknya."Kata Inez penuh emosi dan memelan saat ia mengakhiri luapan amarahnya itu. Entah dosa apa yang mempertemukan dia dengan Roy "Oh baby jangan berkata kasar seperti itu kau harus bisa menghormati calon suami mu ini." "Hahah ... tawa hambar itu keluar dari mulut Inez, kau ingin dihormati hah?! bermimpi saja kau bajingan." Kata pedas itu langsung membuat Roy terdiam. Apa yang dikatakan Inez memang benar, ia memang tidak pantas meminta di hormatin tetapi apa pedulinya yang ia pedulikan sekarang adalah Inez menjadi miliknya.  "Simpan tenaga mu untuk tiga hari ke depan sayang, karena pada hari itu kita akan melangsungkan pernikahan."Roy langsung pergi setelah mengecup bibir Inez,sedangkan Inez hanya diam mematung mendengar penuturan pria itu dan iya baru sadar sesaat pintu di tutup dengan kencang. "Ahkkkk.."suara teriaka prustasi itu sampai keluar dan membuat Roy yang belum jauh dari apartemen menyunggingkan senyumnya. Kembali lagi ke Inez. Inez berharap Kalau saja waktu itu ia tidak menolong Roy maka ia akan hidup aman, damai dan tidak akan terlibat dengan bastrad itu. tetapi itu semua hanya Andai jika saja kata-kata itu hilang maka ia sangat bahagia. Aku tidak ingin terjebak dengan pria iblis ini bagaimana puncaranya aku harus lari dari dia pikir Inez. ******   Next part?   Hupss..... rasanya aku hampir kehabisan ide....buat cerita yang ini.   Jangan lupa komen sama kasih bintangnya ya   Maaf banyak typo tetapi kalian harus vote dan commen ya biar aku semangat up lagi    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN