04

769 Kata
Warning 18+ “Kau tahu, Selama ini aku hanya dapat membayangkan tubuh indah mu saja sebagai objek fantasi liar ku, tapi lihat lah sekarang aku bisa dengan leluasa menyentuh tubuhmu.” Tangan kekar milik Roy kembali meremas p******a sintal milik Inez. Roy kembali mendekatkan wajahnya pada p******a Inez, bahkan bibirnya langsung menghisap p****g merah kecoklatan yang sudah tegak menantang itu sambil sesekali menggigitnya dengan gemas. Satu tangan Roy yang lainnya mulai mengusap perut rata milik gadis itu, kemudian perlahan bergerak turun membelai inti tubuh Inez. Merasa puas bermain diarea p******a, Roy menjauhkan wajahnya dan mulai beralih bermain pada inti tubuh Inez, jari tengahnya dengan lancang memasuki lubang kenikmatan milik Inez yang telah basah lalu bergerak maju mundur dengan tempo cepat. “s**t!!” Roy dibuat gila ketika ia merasakan jari tengahnya yang terasa terjepit dan hangat didalam lubang kenikmatan milik gadisnya itu. “Enghh.. ap-apa y-ang argh.. Ka-kau lak-kukan pa-pada tu-b-uh ku....” Gadis itu kembali sadar dari pingsannya. Inez tidak dapat menahan suara dasahannya, saat ia terus diserang rasa nikmat yang membuat tubuhnya terasa dibakar oleh gairah. “Bukankah ini nikmat little girl?” Roy menyeringai dan mempercepat gerakan jarinya didalam inti tubuh Inez. “Enghh...” Inez mencengkram erat sprai tidur miliknya itu, Aargghhhhhhhhhh...” Inez mendesah panjang saat mendapatkan pelepasan pertamanya hingga banyak sekali cairan kental yang keluar dari inti tubuhnya. Inez terengah, ia tidak mengerti dengan apa yang baru saja terjadi barusan. ia bahkan baru pertama kali merasakan sesuatu yang begitu dasyat keluar dari tubuhnya. Mau merasakan yang jauh lebih nikmat dan mengairahkan baby?" Roy berbisik ditelinga Inez. Sedangkan Inez hanya dapat diam dan tidak bisa memberontak lagi, tubuhnya bahkan terasa sangat lemas. Mata Roy seketika dipenuhi oleh kabut gairah, apalagi sesuatu dibalik boxernya yang telah tegang sejak tadi sungguh sangat menyiksanya. “Damn!!” Roy mengumpat ketika ia merasakan miliknya yang mengeras,dia langsung melepaskan sisa kain yang hanya bisa menutupi bagian terlarang itu dengan sangat cepat.  “Ini akan sedikit sakit sayang tapi percayalah, setelah itu kau akan merasakan kenikmatan yang tiada tara.” Roy kembali menyeringai dan menuntun juniornya pada inti tubuh Inez. “Apa yang ingin kau lakukan hah?!” Inez sedikit menjerit sebelum bibirnya kembali dibungkam oleh bibir milik Roy dengan sangat b*******h. Kedua tangan Inez memukul-mukul tubuh diatasnya saat merasakan sesuatu benda yang keras memaksa memasuki inti tubuhnya. “Diam little girl.” Kata Roy disela-sela ciumanya, ia langsung menahan kedua tangan Inez diantara kepalanya dengan sangat kuat. “Argh ini sempit sekali.” Roy menggeram serak dan dalam sekali sentakan tubuh keduanya kini telah saling menyatu, Inez hanya dapat menangis merasakan rasa sakit yang luar biasa pada inti tubuhnya, ia ingin melawan tetapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan seorang laki laki yang sedang menggagahinya ini. Roy melepaskan ciumannya, ia terdiam sejenak memandangi wajah inez dan dengan perlahan ia mulai menggerakkan pinggulnya. “Argh! ini sangat nikmat...” Desis Roy ia tidak pernah merasakan kenikmatan ini sebelumnya, ya dia akui kalau dia pernah bermain dengan jalang yang dengan suka rela menawarkan tubuh mereka secara cuma-cuma dan tanpa imbalan apapun. Tapi kali ini sangat berbeda karena ia mendapatkan seorang perawan dan juga ia melakuannya dengan seseorang yang ia cintai. “Hiks.. hen-tikan.. k-kuu mo-mohon..” Suara Isak tangis milik Inez seperti nyanyian merdu bagi Roy, ia tetap melakukan aksinya menghentak tubuh inez demi mencapai kenikmatannya dan kepuasannya. Inez mengigit bibir bawahnya, menahan suara menjijikan yang akan siap meluncur dari bibirnya. ia baru pertama kali melakukan hal seperti ini bahkan ia tidak pernah dekat dengan seorang pria mana pun jadi wajar jika iya sekarang mengalami dilema, yaitu antara menikmati nya atau melawan, tetapi jika ia melawan maka itu akan sia-sia saja dan jalan satu-satunya ia diam saja sampai laki laki yang berada di bawahnya ini selesai menggagahi dirinya. “f**k!” Geram Roy saat miliknya dijepit dengan sangat nikmat oleh v****a milik pujaan hatinya. ‘Sstthh.. akhh..” Suara desahan itu akhirnya lolos dari bibir mungil milik Inez. “Damn!”  “Engghh...” Suara desahan keduanya bersahutan dan Inez tidak dapat lagi menahan suara menjijikan itu keluar dari mulutnya Roy mempercepat ritme permainannya dan membuat keduanya menggapai puncak kenikmatan bersama. “Arghh Inez...” Roy menyentak miliknya dalam-dalam dan menyemburkan benihnya di rahim milik inez. Tubuh inez benar-benar lemas setelah mendapatkan pelepasan keduanya, matanya perlahan mulai terpejam dan tertidur akibat kelelahan. ia berharap semua yang terjadi pada dirinya malam ini hanya mimpi saja. Napas hangat milik Roy terengah setelah mendapatkan pelepasan yang sangat luar biasa itu “terima kasih sayang..” Roy mengecup lama kening inez, “sekarang kau milik ku, benar-benar milik ku!” Tangan kekar Roy bergerak mengusap lembut perut rata Roy, “Tumbuh baik disana sayang Daddy sangat menginginkan mu berada di dalam perut mommy mu ini sayang.” Roy sangat berharap jika di dalam perut gadisnya aka nada seorang malaikat kecil yang akan tumbuh yah walapun itu mereka melakukannya atas kemauan Roy. Sebelum Roy ikut tidur ia tidak lupa mengecup seluruh wajah wanitannya itu. “Aku sangat mencintai mu little girl”   ***** JANGAN LUPA LOVE NYA READERS TERCINTA.... SAMPAI JUMPA DI NEXT CHAPTERS
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN