Chapter 79

853 Kata

Adalah wajar ketika mentari menghampus embun di permukaan bunga. Adalah wajar ketika kekasih menanya kabar sebagai pengungkap rasa. *** Tepat setelah sarapan dan Sasi masuk ke dalam kamar, terdengar dering ponselnya di atas meja rias. Sasi terkejut di awal, tetapi kemudian tersenyum lebar. Tertera nama "Ik Schaat" di layar ponsel. Nama kontak yang dengan sengaja ditulis sendiri oleh Elard. "Halo. Elard?" Walau Sasi senang, tetap ini telepon tak terduga. "Sudah sarapan?" tanya Elard dari seberang telepon. "Baru saja selesai. Kenapa?" "Makan banyak?" "Nggg.... Biasa saja. Kenapa?" "Saya suka jika kamu makan banyak." Sasi tersenyum simpul di depan cermin. "Kenapa?" "Ada berapa banyak kata 'kenapa' yang kamu simpan?" "Ini pertama kalinya kamu menelepon di pagi hari. Kenapa?" "Kenap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN