Chapter 66

869 Kata

Selalu ada yang bermekaran dengan indah walaupun badai belum mereda. *** Di dalam lift menuju ruangan Elard, Azka menatap kantong kertas yang dibawanya dengan gemas. Di dalam kantong itu ada makan siang yang khusus dibuatkan Vero untuk Elard. Perasaan Azka tak menentu untuk ketemu Elard. Untuk pertama kalinya setelah kedunya tumbuh remaja, tak pernah sekali pun ada gesekan yang kemudian menyebabkan masing-masing saling mendiamkan. Tak bicara. Azka kecewa berat dengan sikap Elard terhadap Sasi. Lebih dari itu, Azka kecewa akan kelemahan kakaknya, akan kelabilan jiwa Elard. Semua yang di rumah bisa menduga, perubahan Elard terjadi setelah kedatangan ibu kandungnya. Namun, bagi Azka, setelah melewati puluhan tahun, harusnya Elard bisa mengendalikan emosinya. Bukan dilarikan ke mana-mana a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN