Jangan terlalu kuat menolak cinta. Karena cinta lebih kuat menggoda hatimu untuk bertekuk lutut. *** "Kok, apa-apa selalu dikaitkan dengan Felix?" tanya Sasi tidak suka. "Ini gak ada kaitannya dengan siapa pun. Hanya saja...." "Hanya apa?" buru Elard penasaran. Sasi menunduk, mencoba menyembunyikan malu. "Dulu..., kita tak pernah berlajan seperti ini." "Dulu ya dulu, situasinya beda, dan lagi, apa kamu malu jalan seperti ini sama saya? Kamu ingin terlihat masih bebas sendiri di hadapan si chef...chef siapa itu yang jabrik dan sok artis itu? Iya?" Sasi tidak menjawab. Ia justru menatap Elard, lekat. Matanya berbinar dan ada senyum samar di wajahnya. Elard penasaran akan apa yang dipikirkan Sasi, tapi alih-alih bertanya, tubuh Elard justru bereaksi lain karena mata Sasi dan ekspresi

