Trivena telah sampai di restoran yang telah di beritaukan oleh Aldi sebelumnya pada dia, ia langsung masuk kedalam, akan tetapi tatapan matanya terju kepada 1 orang yang sedang duduk di dalam seakan telah menunggu nya dan hal itu membuatnya bingung yah karena orang itu tidak lain adalah Petrus, dia menggunakan jas berwarna merah maroon, sepatu hitam, dan sebuah jam tangan hitam. yah dapat dikatakan suatu kebetulan yang aneh sebenarnya karena mereka berdua pada malam ini, stelan nya nyambung bagaikan pasangan kekasih yang hendak melakukan diner.
" Silahkan duduk " kata Petrus kepadanya. dan ia duduk tepat berhadapan dengan Petrus lalu ia mengeluarkan sebuah map berwarna merah, dan di berikan nya kepada trivena tanpa ada basa basi lagi karena ia anggap Aldi telah menjelaskan sebagian besarnya dan telah memberi tau trivena maksud dari pertemuan mereka malam ini untuk apa.
setelah membaca dengan teliti dan memahami isi kontrak itu ia langsung menandatangani dan menyerahkan kembali kepada Petrus.
lalu mereka makan makanan yang telah di pesan, saat dengan keheningan yang menyelimuti itu tiba-tiba pecah ketika keluar suara dari Petrus kepadanya.
apa kamu yakin akan keputusan mu ini ?
i..i..iya ,, ak..aku yakin !
Sungguh
ia sungguh, karena tidak aku tidak memiliki pilihan lain selain melakukan pekerjaan ini, walaupun nantinya aku juga harus kehilangan sesuatu yang berharga dari diriku, tak masalah asalkan adik" ku, bisa menyelesaikan pendidikan dan ibuku tidak terlalu banyak beban pikiran,, ( katanya sambil tersenyum manis ).
Hal tersebut membuat Petrus yang melihat senyuman itu langsung merasa senang.