PoV Della Amanda Aku merasa lega karena telah membuat Tante Siska di penjara, semakin berkurang musuhku. Aku memutar-mutar kursi kerjaku. Brakkk...! Pintu ruangan kerjaku terbuka dengan kasar "Saya sudah bilang Ibu tidak boleh masuk!" ujar Miray. "Saya ingin bertemu boss kamu!" Ternyata ia adalah Anisa, yang memaksa masuk kedalam ruanganku. "Biarkan dia masuk," ucapku pada Miray. Anisa membenahi pakaiannya sebelum menuju mendekatiku, kini ia duduk tepat di hadapanku. "Dell, aku datang ke sini, pasti kamu sudah tahu kan maksud dan tujuanku?" ucap Anisa tersenyum padaku. "Tentang kerja sama itu?" tandasku. "Ya Dell, kenapa kemarin kamu menolaknya. Bukankah kita teman?" Sejak kapan aku berteman dengan wanita ini, jika ada butuh saja mengaku teman. "Maaf ya Anisa, aku tetap

