Susah payah Jingga membekap mulut agar tidak mengeluarkan isak tangis. Di dalam kamar mandi. Dia memilih meluapkan semua amarahnya di tempat sempit itu. Tidak sudi berbagi kesedihan pada sang suami yang menjadi sumber rasa sakitnya. Jingga merasa Rey bukan lagi sosok yang hanya memperhatikannya, menjadikan dia satu-satunya ratu dalam rumah tangga, satu-satunya nama yang melekat di setiap sudut hatinya. Pria itu bahkan dengan terang-terangan mengakui jika dirinya peduli pada wanita baru dalam kehidupan mereka. Memberi perhatian lebih melebihi dirinya sebagai istri. Jingga merasa kecil, merasa tidak lagi penting dalam kehidupan sang suami. “Baiklah jika itu maumu ...,” gumam Jingga mengusap kasar air mata yang sialnya tak mau berhenti mengalir, “kamu lebih peduli sama dia, kan?” tanyanya ya

