BAB 58

1432 Kata

Jingga duduk termenung bersandar di kepala ranjang. Dia sendirian sekarang karena Lala baru saja pamit untuk keluar bersama Bara. Benar dugaan Jingga mereka berdua tengah menjalin hubungan dan dia merasa bahagia karena harapannya untuk dua insan itu akhirnya terwujud. Mereka yang dulu Jingga ketahui tidak pernah akur dan selalu ribut saat bertemu ternyata bisa menjadi lebih dekat. Tidak jauh berbeda dengan dirinya dan sang suami yang awalnya saling membenci berubah jadi bucin walau ada saja masalah yang menghampiri mereka akhir-akhir ini. Siapa yang tahu jalan takdir? Menghela nafas perlahan Jingga bangkit hendak menuju kamar mandi saat suara ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya. “Siapa malem-malem gini bertamu?” tanyanya pada diri sendiri. Dia berjalan menuju pintu depan, mengurun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN