BAB 54

1278 Kata

“Sayang, udah dong jangan marah terus,” rajuk Rey yang kini mengikuti langkah sang istri menuju sofa ruang tengah. Jingga masih diam dan terus memasang wajah datar. “Aku 'kan udah jelasin semua,” imbuh Rey. “Kalo aku nggak nanya kamu nggak akan ngomong 'kan, Mas?” Jingga bertanya dengan senyum sinis. Memang benar Rey tidak berniat mengatakan apapun pada sang istri lebih tepatnya tidak ingin mencari masalah. “Aku minta maaf, bukan nggak mau ngomong tapi aku takut kamu marah.” Rey meraih tangan sang istri berharap Jingga kembali ke kamar. “Pokoknya aku masih marah!” Jingga berjalan cepat menjauhinya. “Sayang, ini masih siang jangan tidur di sofa. Kalo Anto tiba-tiba masuk gimana?” Jingga memutar bola mata. “Serah!” Rey hampir ikut duduk di samping sang istri saat bantal yang dibawa J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN