BAB 43

1412 Kata

Jingga mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata. Dia haus, rasanya sudah lama sekali dirinya tidur. Jingga ingin bangkit namun sesuatu yang berat menahan lengannya. Sudut bibir gadis itu terangkat saat mendapati sang suami tertidur pulas dengan tangan bertumpu pada lengannya. “Sayang, Alhamdulillah akhirnya kamu bangun.” Rey dengan suara khas bangun tidur tersadar karena pergerakan pelan Jingga. Tanpa Rey duga istrinya malah menyunggingkan senyum. Padahal Rey pikir Jingga masih marah padanya karena masalah yang terjadi sebelum kecelakaan. “Maaf udah bangunin,” ucap Jingga pelan. “Nggak pa pa, mau minum?” tawar Rey melihat Jingga berusaha menggapai gelas berisi air putih di atas nakas. Jingga mengangguk kemudian menyesap pelan gelas yang Rey sodorkan. “Berapa lam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN