BAB 63

1644 Kata

Rey memasukkan beberapa baju ke dalam koper. Setelah rengekan demi rengekan dia dapatkan dari sang adik pria itu akhirnya memutuskan untuk terbang ke London bersama kedua orang tuanya. Tidak apa sekali-kali menuruti kemauan adik bungsunya hitung-hitung berlibur untuk sedikit melepas penat karena terlalu keras bekerja akhir-akhir ini. Pikirnya. “Gimana, udah siap?” tanya sang mama membuka pintu kamar. “Tinggal ini,” tunjuk Rey pada koper yang baru dia masukkan beberapa pasang baju. “Mama tunggu di bawah.” Nunik melepas senyum diangguki sang putra kemudian berlalu. Rey menuruni tangga dengan koper yang diseret di tangan kanan. “Papa mana?” tanyanya karena tak mendapati sang papa di ruangan. “Lagi ada telepon di depan.” Beberapa saat kemudian Daniel berjalan mendekat. “Berangkat sekara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN