Jingga sampai di kediaman mertuanya setengah jam kemudian. Kebetulan kedua paruh baya itu sedang berada di rumah. Mereka berbincang kemudian Lilian menyampaikan maksudnya untuk membawa Jingga dengan segala alasannya dan mereka setuju. “Sekali-kali bikin Rey hancur nggak pa pa, Ma, biar dia kapok,” ucap Lilian membuat mereka terkekeh. Mereka setuju saja selama tujuannya baik. “Papa nggak yakin dia akan diam saja. Paling dalam hitungan hari dia akan nemuin Jingga.” Daniel terkekeh. Apa yang tidak bisa dilakukan oleh sang putra. “Tapi dia nggak mungkin nyangka kalau Jingga pergi ke London, Pa. Paling-paling akan nyari ke tempat Lala.” “Ya sudah urus saja. Yang penting kalau Jingga sudah tenang, pulang ya, Nak. Mama nggak ingin kalian berantem terus.” Nunik menimpali sambil tersenyum mena

