BAB 38

1650 Kata

Jingga tersenyum menatap pantulan dirinya di cermin. Baju pengantin rancangannya melekat begitu indah di tubuh rampingnya. Jingga yang selama ini dilihatnya melalui cermin tidak terlihat sekarang. MUA yang disewa Rey membuatnya benar-benar terlihat seperti orang lain. Pintu terbuka, Lungit masuk sambil menyunggingkan senyum tipis. Sedangkan para pria sudah bersiap di tempat akan diadakan akad nikah. “Cantik banget, Sayang ... Bunda sampai pangling,” seru Lungit melihat putri bungsunya terlihat begitu cantik dengan balutan gaun pengantin kemudian memeluk Jingga dengan tangis haru. “Ini semua berkat mbak Rini, Bun.” Netranya melirik ke arah Rini di belakang melalui cermin dan dibalas senyum wanita dengan dua anak itu. Jingga mengusap pipi basah sang bunda, netranya juga ikut berkaca-kaca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN