31. Bukti

1074 Kata

Alice menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangan. Kedua bola matanya terpejam rapat. Mata kuliahnya sudah berakhir setengah jam lalu. Tapi Alice masih bertahan di sana tanpa mau beranjak.   Setelah konfrontasinya dengan Levin tadi pagi, Alice memilih menghindar. Ia masih butuh waktu untuk mencerna semuanya. Sebab kata-kata Levin memang sedikit mempengaruhinya. Ya, jika memang Levin pelakunya, kenapa dia tidak mengincar Alice sejak SMP dan menyalurkan nafsu bejatnya? Harusnya pria itu memaksa Alice dan bukannya setuju ketika dirinya meminta supaya mereka pisah ranjang.   Ya Tuhan.   Alice benar-benar tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Kembali pada Levin dan memulai semuanya? Tapi rasanya tidak semudah itu.   Alice baru berdiri dari tempat duduknya ketika kelas mulai penuh denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN