Meidinda Rajingga Sejak turun dari mobil di terminal bandara Hussein Sastranegara dan berjalan menuju pintu masuk aku sudah mulai gelisah. Kemarin siang pak Alan baru memberi tahu bahwa kami akan melakukan perjalanan selama delapan hingga sepuluh hari ke depan. Liburan akhir tahun katanya. Aku kalang kabut harus mempersiapkan semuanya dalam waktu singkat. Hampir tidak tidur menyiapkan semua keperluan baik yang mau dibawa juga menyiapkan tugas yang harus dikerjakan oleh pekerja di rumah atau tempat kerjaku. Setelah menyelesaikan pendidikan profesi setahun yang lalu, aku bekerja di perusahaan farmasi milik mertua di luar Bandung. Aku bertemu dengan suami hanya malam hari. Arah tempatku bekerja dengan arah kampus dan rumah sakit tempat suami bekerja berlawanan arah. Dihubungi saat

