Patuh

1836 Kata

Meidinda Rajingga Sudah tiga malam  aku  menginap di kampung Marco.  Marco dan Deny sudah  kembali ke tempat tugas.  Aku baru  merapikan kamar Siska dan menuju dapur untuk membantu oma Ana.  " Jingga,  kita harus pulang,"  itu kalimat tegas yang diucapkan Ayik tatkala menghampiri aku dan Wiwid yang sudah terlebih dahulu sampai dapur.  " Betul Ga, sebaiknya ko pulang sekarang." " Memangnya kenapa, Ndra?  " " Ayah masuk rumah sakit. Tadi mas Edwin meneleponku, " jawab Ari. " Aku tahu dari Mitha. Ayahmu di ICU." Kakiku lemas rasanya. Wiwid memegangiku. Shinta sudah membawakanku teh hangat. Ada singkong rebus dan pisang goreng dalam piring yang dijulurkan padaku. " AYO makan dulu walau sedikit. Kamu butuh energi yang banyak," timpal Rosa. Oma Ana sudah kembali bersama nasi, sambal dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN