Meidinda Rajingga Dering suara ponsel menggetarkan gendang telingaku disusul dengan suara laki-laki yang berbicara bahasa asing. Bahasa Perancis? Suara tawa pelan terdengar. Eh, sepertinya aku kenal suara laki-laki ini. Tapi siapa ya? Kesadaranku masih belum pulih. Pria itu masih berbicara dalam bahasa Perancis. Aku masih bisa mendengarnya walau sangat pelan. Apa aku ada di Perancis? Seperti kesadaran yang berkejaran dan melompat keluar. Aku terduduk dengan mata melotot dan nafas terengah-engah. Kuedarkan kepala berkeliling. Aku masih di kamar yang sama. Lega sekaligus pusing. Kepalaku seperti dipukul palu. “Sudah bangun sayang? Kepalamu kenapa? " Hm.. . sebentar. Aduh... kok pusing begini? " Ruangan seperti berputar. Kupegang kepalaku yang terasa pusing akhirnya kupeja

