TTU | 33

1572 Kata

Renata menepis kasar tangan Neneknya yang menahan tangannya. Dia tidak ingin melihat Neneknya disaat suasana hatinya sedang keruh karena ditinggal Riko. Apalagi kedatangan Neneknya tidak diharapkan disaat hubungannya dan Riko membaik. Setelah semua yang terjadi, dia tidak mungkin lupa apa saja yang Neneknya lakukan. Neneknya menjadi penyebab utama dirinya dan Riko hancur bersama sebelum bangkit bersama. Menyembuhkan luka tidak semudah itu. Neneknya sudah kelewatan tanpa memikirkan dirinya yang hancur. "Nenek hanya ingin bertemu kamu dan cicit Nenek." Renata menatap Neneknya tajam. "Saya sibuk dan tidak bisa diganggu." "Kamu masih marah sama Nenek?" Renata menatap Neneknya dengan tatapan sulit diartikan. Apa katanya? Masih marah? Neneknya masih bertanya? "Baiklah, Nenek meminta maaf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN