“Papa,” panggil Riko mengejutkan lelaki paruh baya yang berdiri tidak jauh dari posisinya. Yang Riko panggil menoleh, menatapnya terkejut. “Riko.” “Ngapain berdiri di sini? Kenapa gak masuk sama Mama?” Riko menatap Papanya yang tersenyum kikuk. “Papa ...” “Menunggu Diana menyelesaikan rencananya?” Potong Riko cepat, mampu membungkam Papanya yang menatapnya terkejut. Riko mendekati Papanya dan melipat kedua tangannya ke d**a. “Diana sudah pergi beberapa saat lalu, dia datang setelah acara selesai dan nyaris semua dekorasi akan dibongkar.” Riko masih berusaha tenang di hadapan Papanya yang menatap ke tempat dimana pertunangannya dilaksanakan. “Papa tidak mau mengucapkan selamat atas pertunanganku?” Dengan raut mengejek Riko mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan jari manisnya yang

