Langkah Agatha menjadi lebih cepat, dia keluar dari lift dan menyusuri selasar rumah sakit. Nenek Astuti memang memiliki penyakit jantung yang dalam satu tahun terakhir sudah tak pernah kambuh. “Aduh!” Dia terjatuh, salah satu sepatunya terlepas. Tapi Agatha tak peduli, dia malah melepas sepatu hak tingginya yang satu lagi dan menjinjingnya. Langkahnya menjadi semakin cepat dan berhenti di sebuah ruangan. “Nek ...,” sapanya lirih yang disambut oleh seorang perempuan muda berpakaian serba biru. “Bu Agatha ...? Bu Astuti sedang istirahat,” jawabnya sambil berjalan menuju ambang pintu. Dia mempersilakan Agatha masuk. “Beliau ... pingsan?” Tadi Agatha dihubungi karena sang nenek dinyatakan tak sadarkan diri. Perawat tersebut mengangguk lagi. “Iya, tapi sudah sadar. Sekarang dokter

