53. Tak Ingin Maafkan!

1089 Kata

Jari tangan mulai keriput, kukunya mulai membiru, dan kulitnya semakin pucat. Agatha kedinginan, dia terlalu lama di kamar mandi. “Tadi ... ada suara pintu,” gumam Agatha yang baru sadar dengan keberadaannya saat ini. Dia berjanji untuk lebih berani, tapi nyatanya dia tetap menangis saat sendiri. Perempuan itu berdiri dan keluar dari kamar mandi. “Agatha?” panggil seseorang dari luar. Orang di dalam kamar yang merasa dipanggil itu malah mematung. Dia memastikan telinga agar tidak salah dengar. “Kau sudah datang?” Suara bas itu terdengar kembali. Bulu kuduk Agatha berdiri mendengar suara dari suaminya tersebut. Dia masih belum siap untuk menemui pria itu. “Haduuuh!” keluhnya. Tapi, tidak ada waktu, Agatha dengan cepat mengusap air mata dan memasang wajah baik-baik saja. B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN